Korea Trip part 4 – Trick Eye Museum Seoul

Last day in Korea!! sebenernya kita bertiga agak2 clueless soal harus kemana di hari terakhir di Korea. Rencana awalnya kita berniat ke Everland, salah satu theme park yg gede di Korea, namun setelah membayangkan how freaking cold in there and mostly will be freezing when we ride the rollercoaster, segeralah kita berpindah haluan ke tempat lain. Atas saran beberapa teman, kita memutuskan untuk ke Trick Eye Museum yang berlokasi di Hongdae.

Museum ini sebenernya berisi lukisa

n2 yang kalo kita foto di dekatnya jadi seperti berilusi kalo lukisan2 tersebut hidup. Our camera literally never stop taking pictures, we took picture in every painting that we saw. Well for the rest, just see the pictures below πŸ˜€

Foto2 di atas cuma sebagian kecil dari yang kita ambil di museum, kalau mau dimasukkan semua nanti yg ada post ini hanya berisi foto doang πŸ˜›

Oiya, hal penting lain yang sangat gw sukaaa di Korea ini adalah snacknya yg disebut topokki. Topokki ini adalah kue beras ketan yang dibumbui saus pedas dan banyak dijual di pinggir jalan. Tambahan lainnya yang enak adalah si sate oden yang berbahan dasar ikan ditambah kuahnya yang hangat plus berbagai gorengan ringan yang cocok diberi saus topokki, yumm..andai aja tukang topokkinya bisa gw bawa ke Indonesia.

Topokki πŸ˜€

Well, that’s all about my trip to Korea, for me it was totally satisfying πŸ˜€ And I would love to go back to this country again πŸ™‚

Korea Trip part 3 – Seoul dan sekitarnya

Salah satu keunikan kota Seoul buat gw adalah berdampingannya gedung2 modern tinggi dengan istana2 kerajaan (Palace) jaman dahulu, it’s like finding a history sanctuary in the middle of a hectic city.

Palace pertama yang kita kunjungi adalah Changdeokgung dimana area Palace ini sangat luaaaas sekali, konon Palace yang satu ini adalah tempat bermukimnya raja2 terdahulu, hanya beberapa spot yang bisa kita lewati sebab hari itu kita sudah berencana untuk menuju Deoksugung Palace tempat biasanya diadakannya seremoni pergantian penjaga.

In front of Changdeokgung Gate
A tree inside of Changdeokgung Palace
Salah satu istana di Changdeokgung Palace

Palace Deoksugung sendiri lebih kecil daripada Changdeokgung, kita sendiri pun tidak mau jauh2 dari Gate dikarenakan adanya kegiatan pergantian penjaga yang sudah ingin kita saksikan. Prosesi pergantian penjaga ini cukup menarik, apalagi baju2 seragam pasukannya, berwarna-warni dan sangat cerah.

With the-almost-like-statue guard, in front of Deoksugung Gate
The changing guard ceremony

Oya, usai seremoni ini, di samping Gate disediakan baju tradisional Korea (Hanbok) yang bisa kita coba secara gratis! πŸ˜€ Thanks to Korea who’s very supportive of their tourism program.

2 dayang dan pengawal istana

Perjalanan dari Palace kita lanjutkan sedikit agak ke pinggiran Seoul, lokasi selanjutnya adalah English Village. Alasan utama mengunjungi tempat ini adalah lagi2 karena gw yg drama addict, yup tempat tsb pernah dipakai syuting utk drama Boys Over Flower πŸ˜›

Helloo Gu Jun Pyo!! πŸ˜›

Memang agak cukup sulit menuju tmpt tersebut, mulai dari stasiun yang sangat sepi sampai kita harus naik taksi utk mencapai lokasinya dikarenakan tidak tersedianya kendaraan umum yang lgsg tepat kesana. The other unexpected thing was, English Village tsb sangaaat sepiii..I can barely see any single person there, mungkin karena bukan hari libur kali ya atau mungkin karena sudah jarang org yg berkunjung kesana utk wisata sebab seharusnya tempat tsb digunakan untuk Camp.

English Village yang sepi
Salah satu spot syuting BOF

Yang lucu adalah ketika membeli tiket masuk, lgsg saja Ahjumma (ibu2) penjual tiketnya ngasih kunci ruangan bekas F4 belajar, sepertinya ketauan tampang2 kita kesana itu utk ngeliat bekas lokasi syuting BOF hehehe.. πŸ˜›

F4 Classroom

Keesokan harinya, kita menuju tempat wisata yang bernama Nami Island, tempat tsb terkenal karena pernah dipakai syuting Winter Sonata. Pulaunya benar-benar kecil dan banyak pohon-pohon tinggi yang sangat indah. Sayangnya kita kesana ketika hari libur, so it was very crowded, bahkan untuk menyeberang dari dan ke pulaunya saja kita harus mengantri cukup panjang.

Ngantri kapal waktu mau pulang

However, the scenery in there was worth to see, since it was autumn, many yellow trees stood beautifully even though the weather was cold, we kept walking around the island just to enjoy the view.

At Nami Island
Patung Winter Sonata
Never bored with this scenery
Lake and bridge
Lost in the middle of somewhere πŸ˜›

Rute selanjutnya yang kita ambil setelah Nami Island adalah Petite France. Sesuai namanya, Petite France adalah tempat wisata di lereng bukit yang bangunan2nya bergaya Perancis. Sekali lagi gw tertarik kesana karena tempat tersebut pernah dipakai untuk syuting drama Beethoven Virus dan Secret Garden (tetep)

In front of Petite France

Sama seperti English Village dan Nami Island, untuk mencapai Petite France ini tidaklah mudah,jarang sekali ada kendaraan umum yang lgsg berhenti tepat di depan tempat ini. Oleh karena itu kami harus lebih bermodal sedikit untuk selalu naik taksi dari dan ke tempat tujuan.

Area Petite France ini sebenernya sangat kecil, apalagi dengan faktor hari libur yang membuat tempat ini terasa ramai, namun rumah2 yang dibangun di atas bukit dengan lucunya ini membuat kita tidak bosan untuk menyusuri tempat tsb.

Petite France from the top of a tower
The cute buildings at Petite France

Sebelum matahari terbenam, kita memutuskan untuk kembali ke Seoul dikarenakan jika sudah sore nanti takut susah dapet taksi kembali ke stasiun. Di Seoul pun kami kembali bertemu Iwa karena dia akan mengajak kami berbelanja oleh2 di Dongdaemun.

Sebelum ke Dongdaemun, Iwa mengajak kami ke tempat makan di daerah Myeongdong. Makanannya itu adalah seperti nasi goreng yang dimasak di depan mata kita, yumm..rasanya enak sekali dengan porsi yang banyak hahaha… πŸ˜€

Diaduk2 di depan mata, lalu dimakaan πŸ˜€

Dongdaemun seperti yg sudah diketahui merupakan distrik perbelanjaan 24 jam, jadi jam berapapun hunting oleh2 kesana masih bisa. Disana kita berempat bertemu kembali dengan Rheza dan Yoda dan diajaklah kita ke toko langganannya Iwa untuk membeli oleh2.

Satu hal yang bikin gw terkaget2 ketika memasuki toko tersebut, si pelayannya yg notabene org Korea ternyata bisa bhs Indo!! sepertinya sudah banyak org Indonesia yang belanja kesana sampai2 mereka bisa menyebut harga atau menjawab dgn bhs Indo, bahkan ada bendera Indonesia yang dipasang sejajar dgn bendera Korea hahaha…ada juga foto2 beberapa artis Indo yang pernah belanja di toko tersebut. Saking terkesannya tidak lupa kita minta difoto dengan para penjual dan pelayan tokonya πŸ˜€

Recommended place buat org Indo yg mau belanja oleh2 di Seoul

*Credit photos to Zakki & Devi

Korea Trip part 2 – Seoul & Jeonju

Perjalanan dari Busan menuju Seoul tidak lagi ditempuh dengan bus, tapi kita memutuskan untuk naik KTX (seperti Shinkansen Jepang) dimana jarak Busan-Seoul dilewati hanya 2 jam saja dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Di Seoul, kita menginap di Sinchon Guesthouse, lokasinya dekat sekali dgn stasiun subway Ewha University,,and it was heaven for girls πŸ˜€ food & snack stall were scattered around the street plus a lot of shopping stores that sold clothes, shoes, and every stuff that would make girls jumping in joy..bahkan Zakki literally harus narik gw dan Devi menuju hostel karena kita berdua terlalu asik cuci mata πŸ˜›

Anyway, guesthouse yg kita tempatin memang kecil tapi enaak sekali, per malamnya kurang lebih per org membayar 200 ribu rupiah saja. Setelah menaruh tas, kita janjian dengan teman kita yg sedang S2 disana yaitu Iwa Kartiwa. Dia mengajak kita cari makan yang katanya “warteg” di Korea tapi tetep aja mahal kalo dirupiahin hahaha…

Sundubu jigae, isinya tahu dan telur

Salah satu sasaran tempat gw malem itu adalah Coffee Prince Cafe yang terletak di Hongdae, maklum saya adalah korban drama Korea πŸ˜› Cafe nya terlihat persis sama seperti di drama, hanya saja baristanya tidak memperbolehkan kita untuk foto kalau kita belum memesan kopi.

Mural wall inside the Cafe
Inside the Coffee Prince Cafe
Coffee Prince things πŸ˜€

Selanjutnya Iwa mengajak kita ke Myeongdong, salah satu pusat keramaian di Seoul yang berisi banyak toko2, langsunglah gw dan Devi menuju Face Shop yg dimana harga2nya jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia..and it’s so true! πŸ˜€

Myeongdong at night

Myeongdong terus kita susuri sampai menuju Cheonggycheon Stream, and luckily there was a Seoul Lantern Festival πŸ˜€ many lanterns on many kind of shapes were put on the stream and they were sooo beautiful, so glad we came at the right time.

The dolphins were made from lanterns
Lantern Gate
Army from lanterns
Seoul Lantern Festival πŸ˜€

Keesokan harinya kita sudah merencanakan untuk menuju kota Jeonju, thanks to visitkoreayear.com we could ride bus from and to Jeonju for free!! plus guide along the way to there, and it was only meant for foreigner tourist with passport πŸ˜€ Jika dilihat di peta, lokasi kota Jeonju ini terletak di tengah-tengah antara Busan dan Seoul.

Jeonju Hanok Village

Di Kota Jeonju, kita diturunkan di Jeonju Hanok Village, tempat ini terkenal karena bangunan2nya yang masih asli tradisional rumah Korea apalagi jika dilihat dari atas bukit, seperti melihat rumah2 Korea di drama Korea jaman dulu. Satu lagi yang terkenal di Jeonju adalah bibimbapnya, bahkan Zakki sampai merem melek keenakan makan masakan ini. Gw sendiri udah pernah nyobain bibimbap yang ada di resto di Indonesia, tapi memang bibimbap di Jeonju ini one of a kind..delicious! πŸ˜€

Jeonju Bibimbap *thumbs up*

Foto-foto di Hanok Village Jeonju ini memang menyenangkan, kota nya kecil, bersih dengan banyak taman-taman yang indah, walaupun hari itu gerimis mendera tapi tidak membuat kita bertiga bosan untuk keliling2

View from the top of the hill
Bangunan tradisional Korea
Love the yellow trees and the flowers

Sesuai perjanjian, bis akan kembali menuju Seoul jam 5 sore, kita sendiri kembali janjian bertemu dengan teman disana yaitu Rheza dan Yoda karena kita akan menuju Namsan Tower, salah satu landmark utama yang wajib dikunjungi di Seoul.

Namsan Tower

Sayangnya karena kita sampai di Namsan sudah kemalaman, museum Teddy Bear jadi tidak sempat dikunjungi namun kita masih bisa naik ke puncak Namsan Tower itu sendiri. Buat gw sih kurang lebih mirip seperti monas lah hehehe..

Jakarta is sooo far away πŸ˜›

Hal unik lain yang ada di tempat ini adalah pemasangan gembok cinta, di sekeliling pagar Namsan Tower ini mungkin sudah ada ribuan “couple gembok” yang dipasang dengan menuliskan nama2 dari pasangan2 tersebut. Maybe I will put one too..with my couple..someday πŸ˜›

Ini semua gembok loh…

*Some photos were taken from Zakki’s camera..credit to him πŸ™‚

Korea Trip part 1 – Busan

Bulan November 2011 kemarin, gw dan beserta my 2 bestfriends, Zakki dan Devi, berhasil mendapatkan tiket Air Asia ke Korea dengan harga yang lumayan. So, kita rencanain semua rute, penginapan dan tempat yg mau dituju mulai dr nol.

Tujuan pertama kita di Korea adalah Busan, sungguh2 perjuangan tanpa mandi dan tidur yg cukup untuk mencapai Busan, pertama flight kita dari Jkt menuju KL adalah jam 1/2 7 pagi, which means pagi2 buta kita dah ke Soetta, lalu transit di KL selama 5 jam, bengong2 di LCCT sampe bosan. Landing si Seoul jam 22:30 yang artinya kita hrs naik Subway menuju Gangnam Station yang akhirnya naik Bus menuju Busan..perjalanan ke Busan pun ditempuh selama 4 1/2 jam. Luckily we don’t get any trouble in finding our ways to Busan, everything is according the plan πŸ˜€

Just arrived at Busan Terminal

Anyway, nyampe Busan subuh2 jam 5 pagi, and it’s still dark plus damn cold. Berhubung kita belum bisa check in di hostel, kita berencana menuju SpaLand, one of the best jimjilbang (Spa & Sauna) in Korea, untuk mandi. Menurut tripadvisor sih, Sauna yang terletak di Mall terbesar di dunia ini adalah tempat no 1 yg harus dikunjungi di Busan. Dan memang ternyata, this place is really awesome. Walaupun gw dan Devi sempat ragu2 untuk mandi nude bareng2 disana, tapi akhirnya kita berhasil mengatasinya :P..don’t ask how… Spa Land ini juga punya banyak ruangan sauna yang keren2 dimana kita sebagai org Indonesia ga pernah nemu tempat seperti ini.

Spa Land

Setelah Spa Land, our next destination is Beomeosa Temple, berhubung koper2 sudah dititipkan di loker berbayar di stasiun, kita bisa dengan bebas melenggang kangkung kemanapun. Untuk menuju Beomeosa Temple ini kita naik bus no 90 yang ternyata rutenya berbelok2 serta menanjak, persis kaya puncak, selain itu penumpangnya rata2 orang2 tua yang mau hiking. Sesampainya di Beomeosa temple, we were fascinated because of the view especially because it was autumn and the scenery of the yellow leaf was so enjoyable to watch, we just couldn’t get enough taking picture in here and there. Well, since there isn’t any autumn scenery in Indonesia, I felt really grateful came to Korea on that season.

Beomeosa Temple
Travel companions! πŸ˜€
Beautiful stream

After a few hiking in Beomeosa, we went back to the city, to take our bags and check in to hotel. Ada sedikit masalah dan salah alamat sedikit dalam mencari hostelnya, tapi untunglah kita berhasil mencapai tempat yang dituju yaitu Busan Youth Hostel Arpina. It was quite a big hostel with a lof of facilities and a very nice room πŸ™‚

Tujuan selanjutnya msh di hari yang sama adalah menuju Busan Aquarium, lokasinya benar2 di depan Haeundae Beach yang dimana anginnya sangat dingiiin…brrr…

In front of Busan Aquarium

Inside Busan Aquarium actually it just like Sea World in Indonesia, tapi ternyata banyak juga makhluk2 yg menarik untuk dilihat,,especially the Jellyfish! many kind of jellyfishes were there πŸ˜€

Cute jellyfishes πŸ˜€

Itulah semalam kita yang singkat di Busan sebab esoknya melanjutkan perjalanan kembali ke Seoul.

Random Post

My Dear Blog,,I’m really sorry to say that I barely visit you or to be truth barely remember that I have a blog πŸ˜› . Anyway, since I wrote this in the last week of Ramadhan month, hopefully everybody will have a joyful Ied Mubarak and a chance to ask forgiveness from people around us πŸ™‚

See you later..

Diversity Street Dance

Anybody knows about Diversity? because I know about this group dance recently since I’m not really following the Britain’s Got Talent show. Diversity is a street dance group and they were the winner of Britain’s Got Talent in 2009. I know this group when I watched Got to Dance UK and one of the judges, whose name was Ashley Banjo, is the member of Diversity. With his big figure and sweet smile, he’s really killing me and my friends hahaha..okay,I’ll stop talking about him.

After that I searched Diversity videos and they were just totally stunning, I was truly amazed and immediately fell in love with their performance. Their dance is unique, with a compilation of breakdance, hip hop, they even add comedy to their performance.

This one is their performance in Britain’s Got Talent Final.

And this one is their performance in Got to Dance UK Final

Even though I’m not a dancer but I really enjoy watching dance performance. For me, this Diversity group just nail it..watch the videos and you’ll understandΒ  πŸ˜€

Credit to: DiversityStreetDance & BritainsGotTalent09